Berbagi tak Pernah Rugi
13 Agustus 2009 pukul 14:08 | Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan komentarKaitkata: cerita, cinta, curhat
Secara kasat mata berbagi adalah memberikan sebagian yang kita miliki kepada orang atau pihak lain dan otomatis akan mengurangi apa yang kita miliki. Berkurangnya apa yang kita miliki berarti kita mengalami kerugian. Namun bila kita melihat hakikat yang sebenarnya, berbagi itu pada hakikatnya tak pernah rugi. Kita bisa mengkaji beberapa contoh :
1. Berbagi makanan dan harta.
Baik itu membagikan makanan yang kita miliki secara langsung maupun mentraktir teman sebenarnya tidak pernah akan merugi. Karena pada dasarnya apa yg kita bagikan untuk orang lain itu adalah milik atau rezeki mereka sendiri yang kebetulan lewat tangan kita. Setiap orang sudah ada rezekinya sendiri-sendiri. Walau uang kita mungkin akan berkurang pada saat mentraktir, namun percayalah pasti ada gantinya. Apalagi kalau membagikan makanan dalam bulan puasa (dalam bentuk menyediakan buka bagi orang lain), maka orang yang memerikan makanan tersebut akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh oleh orang2 yang berbuka. Bersedekah atau berinfak pada dasarnya juga tidak mengurangi uang kita miliki, bahkan nilainya akan lebih dan pahalanya akan terus mengalir walaupun kita sudah meninggal dunia.
2. Berbagi Ilmu
Ilmu yang dibagikan bukannya mengurangi ikmu yang kita miliki tapi malah akan menambah penguasaan kita akan ilmu yang dibagikan. Apalagi ilmu yang dibagikan ilmu adalah ilmu yang bermafaat, maka pahalanya tetap akan mengalir walau jasad kita sudah berkalang tanah.
3. Berbagi rasa
Membagi rasa yg kita miliki akan terasa indah apalagi yg dibagikan itu adalah rasa cinta. Cinta dan mencintai adalah rasa yang paling spektakuler dalam hidup ini. Menceritakan apa yang kita rasakan pada orang lain akan memberikan perasaan lega dan mengurangi ketegangan akibat perasaan itu. Bentuk berbagi rasa yang paling lazim adalah curhat, baik itu curhat secara langsung maupun melalui media seperti telepon, chatting, email, ect.. Btw, bagi yang sudah memilki pasangan hidup sebaiknya curhat dan berbagi rasalah pada pasangan Anda. Curhat dengan lawan jenis yang bukan pasangan akan menumbuhkan bibit-bibit selingkuh. Berbagi rasa seperti ini bisa berakhir dengan “berbagi raga”. hehe..
4. Berbagi suami
Hehe… ini yang agak spesial. Sepertinya ibu-ibu tidak akan setuju. Tapi apakah seorang istri akan merugi bila membagi suaminya dengan wanita lain ? (rugi perasaan kali ya…). Bukankah pekerjaan dan tugas sebagai istri akan lebih ringan bila tugas melayani suami dibagi dengan orang lain ? Apalagi kalau punya suami yang ‘bandel’ dan banyak ‘mau’nya
. Tapi sepertinya untuk berbagi hal satu ini akan sangat sulit (walau tidak rugi
). Zaman sekarang selingkuh begitu mudah, namun poligami sangatlah sulit. Padahal selingkuh haram, poligami halal. Btw.. saya gak punya niatan poligami kok.
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
